Sunday, May 23, 2010

SAMPIUNG-BAKSA

Nama tarian ini berdasar nama lagu (Sampiung), sedangkan nama Ngek ngek diambil dari waditra pengiring yang dipakai mengiringi tarian tersebut. nama lain dari alat tersebut adalah Tarawangsa, suatu alat berdawai dua, yang satu digesek dan yang satunya lagi dijentik/disintreuk. Tarawangsa ini memainkan lagu-lagu beserta alat lainnya yaitu kacapi berdawai antara tujuh dan sembilan, memainkan pola-pola tabuh pirigan/iringan. Walaupun demikian dengan tarawangsa-pun yang memainkan lagu yang dibawakan secara ritmis dapat merangsang untuk menari.
Gerakan tariannya sendiri tidaklah rumit sebagaimana lajimnya tari bersama atau tari adat, tapi jalannya peristiwa itulah yang cukup menarik dimana setiap orang, boleh dikatakan ikut menari hingga tiada lagi pemisah antara pelaku dan penonton.
Tari Ngeng Ngek dilakukan bergantian antara kelompok wanita dan kelompok laki-laki, setiap kali lagu berganti.

B A K S A
Istilah Baksa secara umum sebetulnya berarti tari. Pada bahasa jawa dikenal kata Beksa yang berarti Tari. Tari Baksa dilakukan sesaat sebelum sunatan dimulai bergeraklah barisan laki-laki dengan langkah-langkah berirama serta gagah (gerakan Baksarayi) Penari berjalan dengan membawa anak sunat disebekah kiri dan ditangan kanan memegang keris atau hihid. Mereka menuju ke tempat Tukang Sunat (Paraji atau Bengkong). Sampai dekat ke tempat paraji/bengkong, para penari berjongkong berkeliling dan menyanyi yang isi syairnya menyerahkan anak untuk disunat dengan sekaligus meminta berkahNya, agar si anak sehat dalam pertumbuhannya baik jasmanai maupun rokhani sebagai insan yang akan menjadi warga masyarakat yang berguna.
Tari Baksa diiringi oleh tabuhan yang disebutKoromong, suatu perangkat waditra gamelan.

No comments:

Post a Comment